Sabtu, 24 Juli 2010

CROOZ MY FAVOURITE



Barang-barang gw dirumah kebanyakan dari CROOZ mulai dari topi, kaos, sweater, celana, boxer, sendal, sampe stiker di pintu rumah gw dari CROOZ smua padahal kalo mau dapetin stiker ga usah beli tinggal mungutin ajah di acara2 gigs, tapi gw ga suka mungut2 kyk begituan cuma buat badan pegel2 doank dapet stiker tapi ngambilnya sampe di injek2,,,, mendingan beli dah tapi kalo stikernya dilempar deket gw ya gw ambil :p tapi sesungguhnya gw ga suka.

Nyokap nanya ke gw kamu beli kaos mulu brapa harganya ya gw ga jujur kalo jujur bakalan di omelin hahahah masih ajah diomelin nyokap gw jawab ajah seadanya "CUMA 30 RIBU DOANK BU" wah murah banget kaos kayak beginian ibu nitip dah trus ade kamu beliin juga WAAAHHHHHHHHH gw mesti jawab apa ya kalo gw beliin gw nombok banyak mana ada kaos CROOZ segini harganya kalo ada gw beli se KODI dah yah mau bagemana lagi ywdh gw beliin ajah dah dari pada bohong ke "GEP" ywdh gw beliin 2 satu buat ade gw satu lagi buat nyokap gw tau dh sampe skarang gw blom pernah ngeliat nyokap gw make kaos CROOZ.

Suatu hari udah sebulan kayaknya itu kaos baru dipake buat jalan kepasar gw nganterin kepasar sepanjang jalan diliatin orang sepasar wah ada IBU-IBU gaul walaupun orang yg nanya ga tau kalo itu kaos apaan dia nanya ke nyokap gw "IBU KAOSNYA BAGUS BANGET" beli dimana itu (wah gw dag dig dug nih) takutnya itu orang mau nitip juga langsung nyokap gw jawab "INI KAOS DIBELIIN SAMA ANAK SAYA" bagus kan... dalem hati gw "yaiyalah" langsung orang itu nanya harganya berapa bu ibu gw jawab dengan lantangnya "CUMA 30 RIBU DOANK BANG" langsung ga pake lama dia mau beli seLUSIN langsung dikasih duitnya langsung gw tarik nyokap gw bu pergi ajah dari sini beli di tempat yang laen ajah,, ywdh nyokap gw nurut sama gw dalem hati gw "ALHAMDULILLAH" gila ajah kalo sampe nerima duit dari dia bisa nombok 1 juta gw (HAH).
Pulang dari pasar gw cerita sama my beby tapi sekarang udah pergi jauh.... huuuu,

INILAH PENGALAMAN GW YG PALING NGESELIN GA BOLEH DITIRU...
OKEH....
tapi tetep barang dari CROOZ yg paling favourite bagi gw ngalahin semua distro yg gw tau,,,
hahahai

THE END




Senin, 19 Juli 2010

ABOUT YES IT'S YOU



Yes It's You adalah percikan bagi Orde Baru Sekolah musik saat ini; band mengintip dari kebosanan ruang kelas dan antisipasi pemutus Jumat-malam-mayday. Mereka berasal semua anak didik dan memberikan instruksi bagaimana untuk berubah menjadi tahun pertama berat tangan menjadi malam prom yang tak terlupakan.

Sebuah CERITA SINGKAT

Tampaknya sambil main-main, alias Alabid Jumat (voc) dan Selva (drum) mulai merekam lagu. Pada tanggal 13 Februari 2008, mereka diposting di myspace. Tanggal di mana mereka memasang lagu pertama mereka, diperingati sebagai band ini mulai terbentuk. Diluar dugaan, lagu punya atas ribuan memainkan dan download. Tanpa ragu, ternyata ke pulang besar. Sejalan dengan itu, kedua anak-anak tergoda untuk membuat band penuh dan membuat pesta mereka mendapatkan lebih keras. Setelah menyeret anggota band, band ini resmi terbentuk: Alabid alias (vokal), Selva (drum), Chandra (lead guitar), idih (ritme gitar & back voc), Heru (bass), Film (synth & kunci).

Seminggu setelah formasi resmi mereka, Yes It's You mulai menayangkan acara lokal dan akhirnya memesan tur MACBETHXCROOZ . "Kami mengambil yang baik dan buruk pada saat yang sama. Sungguh menakjubkan untuk memperkenalkan musik kami, bermain di depan 12,000 orang, dan membuat mereka bernyanyi bersama dengan kami karena mereka sayang € ™ t tahu siapa kita masih" kata Chandra. Selain itu, itu adalah kesempatan besar, karena itu tur tur debut yang diadakan di Indonesia.

Yes It's You membawa suasana klub dansa ke lokasi kejadian dan menaruhnya dengan lembut, dengan suara yang berkisar dari kekuasaan-pop ke batu, direkatkan oleh riff gitar yang berat, melodi dari R & lagu B dan pidato cepat rapper. "Kami senang untuk mencampur apa yang kita dengar dan tidak bermain dengan aturan" ujar vokalis Jumat. Chandra menambahkan "Kami benar-benar seperti apa yang orang telah mengatakan tentang kami dan selalu disebutkan beberapa band, tidak hanya satu, untuk menggambarkan lagu-lagu kami ini menunjukkan bahwa kita sekering yang kami dengar dengan baik.. Kami pikir musik kami adalah sesuatu yang belum pernah mendengar belum ".



Sekarang

Tahun ini akan menjadi Yes It's You tahun. Setelah bermain di acara-acara lokal dan tur besar, sekarang mereka siap untuk wow orang banyak di seluruh negeri dengan debut EP dan dengan senang hati akan bergabung dengan daftar band yang ditakdirkan untuk kebesaran sebagai hal yang "dongeng besar berikutnya". Jauhkan mata Anda mengajukan mimpi menyebabkan pada pembuatan dan cinta pada mengambil.


INDONESIA CUTTING EDGE MUSIC AWARDS 2010


Pertama kalinya, Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) digelar. Ini dia para jawara yang diumumkan di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/7/2010) malam.

ICEMA adalah ajang perhargaan yang diperuntukkan kepada para pemusik non-mainstream. Sejak April lalu, para nominasi dipilih lewat voting yang digelar di www.icema.co.id. Soleh Solihun berperan sebagai pemandu acara di pagelaran ICEMA yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir hampir tengah malam.

Band asal Bali, Superman is Dead menjadi musisi dengan penghargaan terbanyak. Mereka berhasil memborong tiga piala untuk kategori Favorite Punk/Hardcore Song, Favorite Artwork from Album dan Favorite Band Group or Duo.

Setelah Superman is Dead, musisi yang berjaya lainnya yaitu Maliq & d'Essentials dan Adhitia Sofyan, kompak mendapatkan dua piala. Sementara Favorite World Music Song diraih Tompi. Sayang dokter bedah tersebut tidak hadir menerima penghargaan tersebut.

Band trio Efek Rumah Kaca, berhasil mengantongi piala Favorite Alternative Song. Tiga piala spesial hasil rembukan dewan juri pun muncul di akhir acara. Most Inspiring Band diraih Pas, Best Album oleh Efek Rumah Kaca dan Lifetime Achievement didapatkan Fariz RM.

"Baru kali ini saya menerima award yang bermatabat," ujar Fariz di antara rentetan rasa terima kasihnya.

Bukan hanya sekadar membacakan pemenang nominasi, acara ICEMA 2010 juga diisi penampilan ciamik dari band-band cutting edge. Mereka berkolaborasi dengan gemilang di atas pentas.

Sebut saja aksi The Authentic bersama Superglad yang membawakan lagu milik Pas. Juga ketika musik suggest dari Efek Rumah Kaca berpadu dengan ide kreatif Zeke Khaseli. Mereka menyanyikan lagu 'Kenakalan Remaja Dalam Era Informatika'. Jas bertuliskan "Bikin Malu - Sex" di bagian punggung menghiasi aksi mereka.

Notturno, Anda, Mian Tiara dan Leonardo juga berkolaborasi. Begitu juga dengan Souljah yang berhasil menyatukan musik mereka dengan Endah N' Resha.

Acara pun ditutup dengan aksi gemilang The Flowers yang menggandeng Adrian Adioetomo dan Indra Lesmana. Indra yang biasa akrab dengan musik jazz terlihat menikmati permainan langka tersebut. Ia meraung-raungkan kibord dengan nada-nada cutting edge yang sangat menyatu dengan suara gitar Adrian dan musik rock & roll milik The Flowers.

Indonesia Cutting Edge Music Awards atau ICEMA tahun ini sukses dihelat di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (18/7) malam. Ratusan musisi yang kerap disebut non-mainstream telah membuktikan ketangguhan mereka dengan membawa pulang penghargaan bergengsi ala musisi cutting edge dari berbagai genre ini. Siapa sajakah mereka?

Setelah tiga bulan membuka nominasi band-band terbaik Indonesia yang akhirnya ditutup pada 29 Juli 2010 lalu, tercatat lebih dari 42.000 votters memberikan suara untuk mendukung artis favorit mereka. Hingga akhirnya didapatlah nama-nama pemenang untuk 20 kategori yang menyandang artis musik terfavorit pilihan penggemar.

Istimewanya lagi, ajang ini juga memberikan kesempatan untuk band-band/artis baru. Untuk kategori satu ini tercatat 828 band non-mainstream yang ikut berlaga, yang akhirnya dipilih 9 sebagai yang terbaik.

Siapa saja pemenang ICEMA 2010? Simak daftar lengkapnya:
1. Favorite Alternative Song: Efek Rumah Kaca - Kenakalan Remaja di Era Informatika

2. Favorite World Music Song: Tompi - Hello Sallamualaekum

3. Favorite Singer - Songwriter: Adhitia Sofyan - Adelaide Sky

4. Favorite Rock Song: The Sigit - Money Making

5. Favorite Reggae And Ska Song: Shaggy Dog - Honey

6. Favorite Punk/Hardcore Song: Superman Is Dead - Kuat Kita Bersinar

7. Favorite Pop Song: Maliq and D Essentials - Pilihanku

8. Favorite Metal Song: Dead Squad - Manufaktur Replika Baptis

9. Favorite Comedy Song: Jiung - Nang Ning Nung (Versi Gambang Kromong)

10. Favorite Jazz Song: Barry likumahuwa - Mati Saja

11. Favorite Folk/Country Song: Tigapagi - Menari

12. Favorite Electronica Song: Goodnight Electric - Interval

13. Favorite Blues Song: Gugun And Blues Shelter - When I See You Again

14. Favorite Emo Song: Killing Me Inside - Torment

15. Favorite Hip Hop/R&B Song: J. Flow - Ku Ada Bagimu

16. Favorite Dance Song: Dj Riri Mestika - Last Call

17. Favorite Artwork From Album: Superman Is Dead - The Angels And The Outsider

18. Favorite Solo Artist/Band: Adhitia Sofyan

19. Favorite Band Group Or Duo: Superman Is Dead

20. Best Newcomers: Stereocase, Monkey To Millionaire, Angsa & Serigala, Murasaki, Waza, Stereo Conspiracy, Windri Marietta & Friends, King Of Panda, Lipstick Lipsing.

Kategori Spesial:
Best Album: KAMAR GELAP - Efek Rumah Kaca

Most Inspiring Artist: Pas Band

Lifetime Achievement: Fariz RM

Selamat kepada para pemenang. Maju terus musik Indonesia!


Kamis, 15 Juli 2010

ABOUT STRAIGHT OUT


Jakarta - Mei 1998. Dari sela-sela kerusuhan nasional, terbentuklah Straightout yang diprakarsai oleh Mui (vocals) dan Pipinx (guitars). Pada awal musikalitasnya, Straightout di pengaruhi oleh band-band Hardcore seperti Earth Crisis dan strife. Namun seiring dengan berjalannya waktu, perjalanan panggung dan pergantian line-up yang tidak sedikit, mereka tidak lagi memainkan Hardcore. Pengaruh musikal mereka bergeser ke arah Band Metal macam Hamartia, Dead Blue Sky, Arch Enemy, The Black Dahlia Murder, Iron Maiden, hingga Cradle of Filth.

Straightout memiliki suatu ciri sendiri dalam bermusik, bernuansa kelam, sorrow, dan juga megah. Dipadati dengan tempo yang cepat, fill-in dan melodi-melodi yang kritis. Dari dentingan piano dan alunan gundah suara wanita. Hingga sayatan-sayatan gitar yang tebal mendalam. Diiringi oleh derasnya hentakan drum dan disuarai oleh teriakan pilu yang menggeram. Ketika perform, Straightout pun memiliki aksi panggung yang cukup sulit untuk dideskripsikan melalui tulisan semata. Mereka sangguh enerjik dan atraktif. Dari mengayun, memutar, ber-crowd surfing dengan gitar atau pun bass mereka, hingga melemparkannya instrument mereka ke kelantai.

Mengenai sejarah personil, Straightout juga memiliki latar belakang yang cukup unik. Di drumi oleh Beni, yang merupakan seorang penabuh drum dari The Upstairs, yang merupakan band pionir Nuwave asal Jakarta. Serta Rebecca pada female voice, adalah seorang wanita berparas cantik dengan suara khas dan indah, yang sebelumnya juga sempat menjadi personil dari The Upstairs, dan juga grup dansa elektronik, Goodnight Electric.

Pada 25 April 2004 Straightout merilis debut full album bertitel Undying Beauty and the Symphony of Sadness. dalam bentuk CD dan Kaset di bawah naungan record indie label yaitu Bluesky Records dan bekerja sama dengan Diselexia Records(Malaysia) serta distribusikan secara online melalui www.interpunk.com. Album ini menuai respon positif dari fans dan pujian dari media underground lokal. Dan Terjual Sekitar 2000 copy, sehingga mengantarkan Straightout ke berbagai pentas indie hingga ajang pensi SMA bergengsi di Jakarta. Bahkan merambah ke luar kota seperti Bandung, Purwokerto, Semarang dan Surabaya. Dilanjutkan pada Februari 2005, mereka merilis split album dengan titel Endzweck Straightout. Split album ini dilakukan bersama Endzweck yang merupakan salah satu dari japanese hardcore hero's. Dimana saat ini band tersebut telah bergabung dengan salah satu lebel trendsetter metal hardcore dunia Goodlife Recordings, yang juga sempat menangani Avenged Sevenfold dan Poison The Well. Disusul dengan rangkaian Keep Music Evil Tour 2005 pada 12 – 15 februari 2005 dimana Straightout bersama dengan Cassandra (Malaysian Metal Core) menjadi Headliner dalam tour di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang dan selalu sukses memerahkan suasana dan memompa adrenalin massa di setiap kota-kota yang mereka datangi.

Pertengahan 2005, pergantian line up kembali terjadi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, Rendy (gitar), Dony (keyboard) dan Bayu (vokal) keluar dari straightout. Namun kekosongan ini tidak membuat Straightout kehilangan semangat mereka, hingga Pada pertengahan 2006 terbentuklah line-up tersolid Straightout yaitu: Demise (eks-Sadistis) – vokal, Pipinx - guitars, Danny (eks-Perfect Minor) – guitars, Sonny - bass, Beni (drummer The Upstairs) - drums, Mela (additional player The Sastro) – keyboards dan Rebecca (eks-Goodnight Electric) - female voice.

Straightout kembali memasuki studio rekaman pada Desember 2006, Proses rekaman itu sendiri sebenarnya hanya memakan waktu satu bulan, namun sayangnya dalam penyelesaian tahap akhir, album ini sempat tertunda. Salah satunya karena banjir bandang yang menimpa ibukota. Setelah melewati berbagai macam proses dan kendala, akhirnya album kedua Straightout yang berjudul “Forsaken Upon Nemesis” pun dapat di rilis pada awal september 2007 ini. Berisikan dua belas lagu terbaru dengan komposisi musik yang lebih liar dari yang sebelumnya. (the ay)

Band Indie Indonesia Sabet Gelar Di AVIMA 2009




Band-band indie Indonesia kembali berbicara di dunia musik internasional dengan menyabet penghargaan dalam AVIMA (Asia Voice Independent Music Awards) 2009.

Dalam daftar pemenang yang dirilis panitia, terdapat nama Agrikulture, Overload Romance, Sandra, Ritmic-Traumatic, Everybody Loves Irene dan Sore. Agrikulture meraih penghargaan Most Innovative and Inventive Indie Act, sedangkan Overload Romance menyabet gelar Best Pop Act. Lagu milik band pendatang baru, Sandra, dianugerahi penghargaan Best Song To Play At Camp Fire and To Do Away With Monday Morning Blues.

Sementara itu Everybody Loves Irene meraih penghargaan Moody - Melancholic Masterpiece untuk lagunya, Love is So strange. Sore menyabet gelar kategori Best Album/EP Cover of The Year (album Ports of Lima), dan Ritmic-Traumatic meraih bronze award pada kategori Best Rock Act (Group/duo).

Yang menyabet penghargaan bergengsi Song of The Year dan Best Rock Song Categories adalah lagu berjudul Marabahaya hasil kerjasama apik antara Pop Shuvit (Malaysia) dengan Project E.A.R. Project E.A.R adalah band kolaborasi dari 5 negara, yaitu Saint Loco (Indonesia), Thaitanium and Silksounds (Thailand), Slapshock (Philippines), Ahli Fiqir (Singapore) and Pop Shuvit (Malaysia).

AVIMA 2009 adalah event yang digelar oleh Voize.my, situs lifestyle & entertainment Asia yang berbasis di Malaysia. Ajang ini dianggap sebagai penghargaan musik indie terbesar di dunia karena mendukung sekitar 3000 band indie dari 16 negara Asia. Penilaian sudah berlangsung dari tanggal 1 hingga 29 Maret 2009 dengan sistem voting dan juri.

Untuk tahun ini, jurinya adalah Denis Curman (Croatia), Takeshi Ohyashiki (Japan), Anna Kaster (USA), Marcel Santiago (Brazil),Cristin Tomeci (Romania/Belgium), Joshua Ninan (Australia), Emanuel Tomeci (Romania/Belgium), Anna Lindgren (Sweden), Seretse Small (Jamaica) , Fernando Casale (Argentina) dan Vanessa Moses (Australia).

DAFTAR PEMENANG

Song Of The Year
Marabahaya (E.A.R version) - Pop Shuvit & Project EA.R (Thailand/Malaysia/Philippines/Singapore/Indonesia)

'Thank You For Existing Becoz Your Music Makes Each Day Worth Waking Up To', (Most Innovative and Inventive Indie Act)
Agrikulture (Indonesia) & Out Of Body Special (Philippines)

Best Rock Song
1. Marabahaya (E.A.R version) - Pop Shuvit & Project EA.R (Thailand/Malaysia/Philippines/Singapore/Indonesia) (Gold)
2. Archipelago-MRI (Philippines) (Silver)
3. Save our souls-Electrico (Singapore) (Bronze)

Best Rock Act (Group/duo)
1. Motherjane (India) - Gold
2. Pop Shuvit (Malaysia) - Silver
3. Ritmic-Traumatic (Indonesia) - Bronze

Best Rock Vocalist
1. Dia Hassan-Juliana down, (UAE) - Gold
2. Rithan - Deja Voodoo Spells (Malaysia) - Silver
3. Dave Tan - Electrico (Singapore) - Bronze

Best Pop/R&B Song
Naino sey - Sanjay Divecha (India)

Best Pop Act (solo or group)
Overload Romance (Indonesia)

Best Dance/Electronica Song
Funky Wah-Wah-Walking In The Moonlight (Thailand)

Best Dance Act(Group, duo)
Jojouka (Japan)

Best Dance Act (Solo)
CC Sound factory (Singapore)

Best Hip Hop Song
Poppin - Kraft & Jeevz (Malaysia)

Best Hip Hop Solo Act
Krishnan (Sri Lanka)

Best Hip Hop Group
Thaitanium (Thailand) & Dice & K9 (Mobbstarr) (Philippines) (TIE)

Best Instrumental
One day on moon - Jang seiyong (Korea)

Best Song To Play At Camp Fire and To Do Away With Monday Morning Blues (for all songs acoustic, folk or mellow)
Movie song - Sandra (Indonesia)

Best College Act
Bunk Face (Malaysia)

Best Guitar "Goreng" Riff
Funk - Phoeny X (Malaysia)

Most Mind Blowing Music Video
Vivek Rajagopalan - Snake in the city (India)

Best Overall Female Vocalist
Armi Millare - Up dharma down (Philippines)

Sunshiny-Feelgood song of the year
Chantek - Altimet (Malaysia)

Moody-melancholic masterpiece
Love is So strange- Everybody loves Irene (Indonesia)

Genre Bending-Mindboggling-Out of this world Track!
Together again - Shaair and Func (India)

Best Album/EP Cover of The Year
Ports of Lima – Sore (Indonesia)


Facebook Gue