Jumat, 23 Desember 2011

BREEZE APPAREL BRAND NEW ORIGINAL 2012




Clothingan baru gw sama temen gw yg bakalan ready stock di awal tahun 2012 nanti gw gak mau muluk-muluk dan kalo emang udah jadi boleh lah di lihat hasilnya untuk saat ini masih blm gw kasih tau dulu design2nya pengennya sih bikin kejutan :D
kalau cinta sama produk dalam negeri buy and wearing pruduct original BREEZEapparel 2012


Rabu, 30 November 2011

GENGSI HELL YEAH!!!

Jaman sekarang siapa sih yg gak gengsi ? gw pun gengsian juga orangnya pengen di buang jauh-jauh sifat gengsian gw dan sepertinya susah seperti sudah mendarah daging! kalo di pikir-pikir gengsian itu gak enak contoh : kalo lagi ketemu org gak negor malah sampe ngindar gw pun ngerasai kayak gitu giliran di dunia maya aja "eh kemana aja nih sombong banget kayaknya" padahal kalo ketemu pengennya negor namun karna menghindar maka terjadilah gengsi.
Ada satu lagi nih yg lagi gw rasain sekarang2 ini gengsi memakai brand! jaman sekarang siapa sih yg gak mau gaul ketinggalan jaman banget kayaknya kalo gak gaul atau bisa di sebut "NORAK" dimana-mana orang punya style masing-masing tersendiri kalo ada yg menurut gw keren gw pun mengikutinya gak ngaruh kalo sampe nabung untuk mengikuti style mereka (membeli sebuah brand) duit terkumpul dan siap ke store yg gw tuju dengan pedenya kalo udah punya style tersendiri mau kemana aja gak malu punya gaya dan keren! :).
Kalo gengsi gw yg satu ini mungkin gak layak di tiru ini menyangkut kehidupan pribadi gw (relationhip) kalo di inget-inget ke belakang/flash back menyedihkan banget udah berkali-kali mengabaikan rasa suka seseorang ke gue ya mau bagaimana lagi kalo udah gak suka ya mau di apain lagi "cinta itu gak bisa di paksa bro" pernah sesekali gw paksain dan berakhir pahit hahaha sedikit lebay* gw pun berfikir ya kalo gw emang gak suka bukan karna harus menerima apa adanya ya susah lah dan gw pun gak mau nyakitin perasaan orang lagi sakit hati itu mahal loh harganya.
gw ngasih sedikit sugesti "kalo emang kita gak suka ya mendingan jujur aja dari pada harus ada yang tersakiti #eeaaa" jangan pernah berhubungan tapi makasain atau berhubungan karna ada apanya yg lagi ngetren ini intinya "GENGSI ITU GAK ASIK"




Selasa, 04 Oktober 2011

LIRIK THIRTEEN - S.A.D.A (Sombong, Angkuh dan Arogan)

[THIRTEEN - S.A.D.A (Sombong, Angkuh dan Arogan) ]

apa arti dari apresiasi?
begitu pentingkah untuk dimengerti ?
jangan lihat ini sebagai konfontasi
gunakanlah sebagai inspirasi

BERMAIN DENGAN AKSARA
COBA GUNAKAN LOGIKA
USAH KAU BICARA
BILA HANYA MENCELA

sombong, angkuh dan arogan
SEBUT SEMUA YANG KALIAN SUKA
wahai kawan lama
TAK KAN BISA KALIAN HANCURKAN

IDEOLOGI YANG TELAH TERCIPTA

*sombong, angkuh dan arogan!*

melaju hingga kebatas maximum
tersimpan baik didalam kepala

KUHARAP KAU TERBUKA

sombong, angkuh dan arogan
sebut semua yang kalian suka
wahai kawan lam
TAK KAN BISA KALIAN HANCURKAN

sombong, angkuh dan arogan
SEBUT SEMUA YANG KALIAN SUKA


[sombong, angkuh dan arogan]13x


LIRIK THIRTEEN FRAGILE

[THIRTEEN - FRAGILE]

HIGHER THAN EVERYONE ELSE
CLOSE TO THE SKY
I WISHED FOR LIGHT
SHINNY AND BRIGHT

my heart is fragile
everybody around me is breaking
suddenly in the sudden rain,
although you stop again
you still believe in me

THE PERSON PAIN
THE DREAMS WHICH NEVER COME TRUE
WHY DOES LOVE HAVE TO BE BORN IN MY CHEST

but i will still think of you
even if the season is coming to an end
it has rained many times but now it has stopped

it looks like the scene which i
always watched with my eyes closed

my heart is fragile
everybody around me is breaking
suddenly in the sudden rain,
although you stop again
you stil believe in me
still believe in me
suddenly in the sudden rain
although you stop again

HIGHER THAN EVERYONE ELSE
CLOSE TO THE SKY
I WISHED FOR LIGHT
SHINNY AND BRIGHT

I WISHED FOR LIGHT



LIRIK THIRTEEN TIME

[THIRTEEN - TIME]

three questions and please answer fast
the hospital hallways aren't meant's for this
one,how much time do we have ?
two,do you know what's next ?
and three,understand me ?

cause I'm surely unprepared and

time is lying
breathless breathing
tear is falling
and I'm just scared as you are

candles burn the night away (all for you)
flowers packed in red and white (all for us)
candles burn the night away (all for them
flowers packed in red and white (all for you)
candles burn the night away (all for us)
flowers packed in red and white (all for them)

time is lying
breathless breathing
tear is falling
and I'm just scared as you are



LIRIK THIRTEEN HIP YOUR HOP

THIRTEEN - HIP YOUR HOP

WELL,THIS IS YOUR LAST CHANCE
THE WINNER TAKES IT ALL
KEEP ACHIEVING YOUR STRETCH GOALS
THE SECRET OF WINNING IN LIFE
LIES IN SEEING LIFE THROUGH A NEW LIGHT
DISCOVER IT,FIND YOUR PASSION
IT'S JUST THE BEGINNING

IT'S JUST THE BEGINNING

WE BOTH DON'T KNOW THE TRUTH ABOUT OUR LIFE
i don't have anything to say
you've done the best that you've could
RISE AND FALL,IT'S JUST APHASE IN LIFE
nowhere to run,no place to hide
you have to face it on your own

with all the lies inside your eyes
you'll never be the one you want
just believe in your deepest heart
and reach the sky inside your life yoo

well i don't want you to be the one to carry
all the pain inside
without a faith,how can you see ?
this life is more than just a game

OPEN YOUR EYES,YOU'RE NOT ALONE
INSIDE THE CAGE YOU CALL A LIFE
AND DON'T GIVE UP TO FIND THE TRUTH

it's my line here,i'm flippin' it to the back oh
this is your last chance to be the winner
not a loser

with this microphone i will wake you
and your tiny little ears
wake up oh boy,this is no more time for you
to lose another fight
stand! stand up baby,stand! stand up baby
cause we will (we will) rock you on

well i don't want you to be the one to carry
all the pain inside
without a faith,how can you see ?
this life is more than just a game

well i don't want you to be the one to carry
all the pain inside
without a faith,how can you see ?
this life is more than just a game





LIRIK THIRTEEN AKU ADALAH AKU

THIRTEEN - AKU ADALAH AKU

AKU ADALAH AKU
KAMU ADALAH MEREKA
KAU BIARKAN INI SELESAI DENGAN PENYESALAN

aku terlahir dari sisi gelapmu
aku tercipta dari untaian masa lalu
aku merasakan apa yang tak kau rasakan
dan kau merasakan yang tak ingin ku rasakan

LIHAT AKU SEKARANG
DENGAR AKU SEKARANG

INI BUKAN CERITA
INI BUKAN DERITA

INI SEBUAH PERTANDA
INI SEMUA BERBEDA

DAN LUPAKANLAH SEMUNYA
KAU TAK BERHAK ATAS DIRIKU
MUNGKIN INI JALANKU

uuuuu. . ..

tiap tetes keringat yang tercurah
semakin membuatku kuat dan dewasa

maafkan aku bila terkesan sobing
tapi aku bahagia hidup tanpa pembohong
maafkan aku bila merendahkan mereka

SUDAHLAH,KAU TAK TAU SIAPA AKU
JANGAN KAU BERKATA SEMBARANG

AKU ADALAH AKU,KAMU ADALAH MEREKA
KAU BIARKAN INI SELESAI DENGAN PENYESALAN






LIRIK THIRTEEN - LABIL

THIRTEEN - LABIL

dengarlah kawan, ini saatnya tuk kita semua
terus melangkah, dan menggapai mimpi
acuhkan semua, mereka yang selalu mencaci maki
hadapi semua, dan terus berlari

HEY INILAH SAATNYA TUK KITA TUK MEMBUKA MATA
JANGANLAH KAU JANGAN

janganlah kawan kau buang waktumu
hadapi semua
persetan dengan mereka

AKU KAN TETAP BERDIRI DI SINI
AKU TAKKAN BERHENTI

dengarkanlah suara hatimu
jangan pernah bohongi dirimu
berlarilah sejauh apapun itu

resapilah semua yang terjadi
jangan pernah kau lakukan lagi
lepaskanlah semua kebencian ini

CAMKAN DAN DENGARKAN
SEMUA YANG KAU TERIAKKAN
KU TAK AKAN PEDULI
SEMUA YANG KAU BISIKKAN

dengarkanlah suara hatimu
jangan pernah bohongi dirimu
berlarilah sejauh apapun itu

resapilah semua yang terjadi
jangan pernah kau lakukan lagi
lepaskanlah semua kebencian ini

dengarlah kawan, ini saatnya tuk kita semua
terus melangkah, dan menggapai mimpi
acuhkan semua, mereka yang selalu mencaci maki
hadapi semua, dan terus berlari




Rabu, 07 September 2011

AWESOME!!!! duduk diantara suporter milanisti indonesia seakan-akan seperti di san siro hehe mimpi kali ya gw kesana tapi asli kalo gw liat di tv mirip banget!!! dan skor kedudukan berakhir 5-1 untuk milan glorie next time semoga timnas bisa ngundang AC MILAN yang asli bukan yang tua-tua lagi :p kita doakan saja















MILAN GLORIE

AWESOME!!!! itu lah teriakan gw saat duduk diantara suporter milanisti indonesia seakan-akan seperti di san siro hehe mimpi kali ya gw kesana tapi asli kalo gw liat di tv mirip banget!!! dan skor kedudukan berakhir 5-1 untuk milan glorie next time semoga timnas bisa ngundang AC MILAN yang asli bukan yang tua-tua lagi :p kita doakan saja






































































Kamis, 25 Agustus 2011

SUICIDE SILENCE STORY




Suicide Silence adalah band asal amerika yang extreme metal band dari kota Riverside, California. Kelompok ini terdiri dari vokalis Mitch Lucker, gitaris Chris Garza dan Mark Heylmun, drummer Alex Lopez dan bassis Dan Kenny. Dibentuk pada tahun 2002, band ini telah merilis tiga album studio full-length, satu EP dan tujuh video musik. Kelompok itu telah bertemu dengan jumlah besar pujian dan ulasan yang menguntungkan sementara bahkan selama tahun 2009, Silence Suicide dianugerahi dengan Revolver Golden God untuk "Best New Talent".

Pembentukan, debut EP dan The Cleansing (2002–2008)
Suicide Silence didirikan pada 2002 di Riverside, California dan pada waktu itu, sebuah proyek dari sisi-banyak anggota kelompok lain. Band ini tampil pertama kali di area lokal di Riverside dan pada waktu itu, line-up terdiri dari anggota Chris Garza dan Rick Ash sebagai gitaris, Mike Bodkins sebagai bassis, Josh Goddard sebagai drummer dan dua vokalis, Mitch Lucker dan Tanner Womack. Tak lama setelah penampilan pertama mereka, Womack dipecat dari band dan mereka merilis demo pertama mereka tahun berikutnya. [1] Mereka merilis demo kedua mereka pada 2004. Pada tahun berjalan, anggota mengambil band lebih serius dan tidak ada lagi dianggap sebagai proyek sampingan, mereka kemudian akan maju untuk merekam demo mereka ketiga dan terakhir pada tahun 2006 setelah band ini direkam dan dirilis studio pertama mereka bahan berkualitas publik berjudul Suicide Silence EP yang dirilis melalui Rekor Gelar Ketiga dan kemudian kembali dirilis di Inggris melalui label Inggris Dalam pada Records Deep End. [2] Drummer, Josh Goddard berangkat dari band pada tahun 2006 dan digantikan oleh Alex Lopez yang gitaris mantan pidato Blacheart band dan kayu pembakaran jenazah sebelum bergabung dengan-Nya.
Dua tahun kemudian, band ini menandatangani kontrak dengan Century Media dan merilis debut album full-length Cleansing tersebut . [3] Album ini dicampur oleh Sat Madsen , diproduksi oleh John Travis dan fitur karya seni oleh Dave McKean . [4] [5] Ini debut di nomor 94 di Billboard 200 , [6] menjual 7.250 eksemplar dalam minggu pertama rilis. [7] Penjualan minggu itu berakhir dikombinasikan dengan penjualan kemudian yang dibuat Pembersihan salah satu yang terbaik-menjual album debut di Century Media sejarah. [8] Dengan kesuksesan album debut mereka, Silence Suicide dimasukkan untuk mengambil bagian dalam Festival Mayhem yang terjadi selama musim panas 2008. Setelah itu, mereka tur Eropa dengan Hard Parkway dan Bury Your Dead. menyusul sukses tur AS dengan band yang sama. Suicide Silence kemudian diikuti bersama dengan tur di Australia dengan Parkway Drive, Sebuah Hari untuk Ingat dan The Saring Akasia pada pertengahan 2008 selama waktu ketika mereka dimasukkan untuk tampil di Sweat Fest. At this point Suicide Silence mulai mendapatkan berbagai macam penggemar di seluruh dunia. Ketika kembali pulang dari tur terus menerus, band meliputi lagu "Engine No. 9" by Deftones dan dirilis penutup pada edisi terbatas mereka "Green Monster" single serta iTunes semua pada tahun yang sama.

No Time to Bleed (2008–2010)
Sesaat sebelum memulai Mayhem Festival di musim panas 2008, Suicide Silence itu MySpace membaca judul profil "Suicide Silence (Apakah menulis album baru)", yang merupakan indikasi pertama menjamin mendatang album kedua mereka. Pada 26 Juni 2008, Mitch Lucker muncul di Headbangers Ball blog podcast. Dalam wawancara itu, Lucker menyatakan bahwa album ini akan direkam melalui trek sebagai lawan dari yang direkam secara live, seperti Cleansing itu. Ia juga mengatakan album baru akan "blow The Cleansing away." Machine dipilih oleh band untuk menjadi produser album. Judul untuk itu terungkap sebagai No Time to Bleed.
Suicide Silence began recording No Time to Bleed pada Februari dengan produksi oleh produsen diakui Machine and engineering by Will Putney. Selama Musik sebagai Senjata serta band ini Pembersihan tur Bangsa, mereka mulai melakukan lagu "No Time to Bleed", "Your Creations", "Lifted" and "Wake Up" bulan sebelum rilis album. Pada bulan April mereka menerima Revolver Emas penghargaan Tuhan untuk "Band Paling Inovatif", dan tampil pada acara penghargaan. Suicide Silence were included on 2009's Pedal to the Metal tour bersama dengan band Mudvayne , Static-X , Bury Your Dead, Dope and Black Label Society. During the same year, the group was awarded the Golden God award for "Best New Talent", their second Golden God award received to date.

Black Crown (2011-sekarang)
Pada tahun 2011, Silence Suicide mulai mempersiapkan ketiga mereka full-length album di Big Bear, California dengan Steve Evetts sebagai produsen yang dipilih. [28] [29] Pada bulan Maret, kelompok dilakukan pada Metalfest California, dan seminggu kemudian, Hal Ekstrim Nevada festival, [30] di kedua pertunjukan, band ini menegaskan bahwa album baru akan berjudul The Black Crown.[31] Working titles for the album were "Cancerous Skies", "Human Violence" and "Fuck Everything".[32] When asked by Kerrang!,Lucker mengungkapkan bahwa tema liris album akan menampilkan lebih dari topik pribadi yang ada No Time to Bleed had in-concept rather than the anti-religious theme that The Cleansing held. Lucker menjelaskan "Saya masih memiliki keyakinan yang sama dan pandangan yang sama, tapi aku lebih terbuka untuk segalanya Pada titik ini dalam hidup saya, saya tidak melihat yang baik dalam membuat orang membenci Anda untuk sesuatu yang Anda katakan.. Ini catatan[The Black Crown] is for everybody."[31] The song "Human Violence" ditayangkan di stasiun radio Liquid Metal pada 13 Mei 2011. [33] Tanggal rilis untuk catatan mendatang diharapkan akan 12 Juli 2011. [34 ]
Peristiwa lain yang diharapkan oleh musim panas, kelompok akan dimasukkan pada baris-up untuk keempat tahunan Festival Mayhem , kembali bermain di Extreme Stage with other metal acts including Machine Head, Trivium and All Shall Perish selama bulan Juli dan Agustus 2011.
The Black Crown sold over 14,400 copies in the United States alone during its first week of release and debuted at position number 28 on the Billboard 200 chart.

Styles and influences
Suicide Silence perform an extreme metal musical style known as deathcore yang merupakan perpaduan antara death metal dan metalcore . [39] [40] Band ini melakukan ini gaya serta pengaruh keuntungan dari beberapa lainnya genre musik ekstrem seperti black metal , grindcore , dan mathcore . [41] Elemen-elemen mathcore dapat dilihat pada perubahan kecepatan bervariasi dan tanda tangan waktu kompleks dalam musik band. Vokal Mitch Lucker sering berfluktuasi antara kematian geraman dan bernada tinggi vokal menjerit digunakan dalam black metal Para drum yang sangat cepat, grindcore dipengaruhi, dan mempekerjakan liberal menggunakan double bass drum dan ketukan ledakan . [ 42]
Anggota band itu sendiri menyatakan bahwa mereka mendapatkan pengaruh dari kelompok-kelompok seperti Meshuggah , Sepultura , Cannibal Corpse , Suffocation , Necrophagist , Nill , Slipknot , Deftones dan Korn .


Band members

Current
Christopher Garza – rhythm guitar (since 2002)
Mitch Lucker – lead vocals (since 2002)
Mark Heylmun – lead guitar (since 2006)
Alex Lopez – drums (since 2006)
Daniel Kenny – bass guitar (since 2008)

Former
Mike Bodkins – bass guitar, backing vocals (2002–2008)
Rick Ash – lead guitar (2002–2006)
Josh Goddard – drums (2002–2006)
Tanner Womack – co-lead vocals (2002)



Jumat, 29 Juli 2011

Ketika Jerinx Menyalurkan Sisi Sensitif




Badan kekar tato tersebar wajah manis tapi gahar membuat I Gede Ary Astina de-ngan mudah menarik dari sisi visual bagi banyak orang -- khususnya perempuan. Tapi pria yang lebih populer dengan nama Jerinx ini paling tak suka jika dipuji atau disukai seseorang hanya karena tampilan fisiknya. Pujian yang dangkal akan membuatnya risih. Meski begitu, proses jatuh cintanya pada salah satu band yang sangat berpengaruh pada hidupnya -- Social Distortion -- juga berawal dari sebuah ketertarikan visual. Suatu hari pada medio ’96, di sebuah lampu merah di dekat pom bensin di Kuta, Denpasar, Bali, dia melihat satu logo band yang menarik di antara banyak stiker logo band yang menempel di helm seorang peselancar yang diduga warga negara Amerika Serikat. Gambar tengkorak sedang memegang martini dan pistol itu terus melekat di kepalanya hingga suatu hari dia bertanya kepada teman-temannya yang lebih tua yang bekerja di pelayaran soal band bernama Social Distortion itu. Dari mata pindah ke telinga, begitu kaset Social Distortion diterimanya itu diputar (tepatnya album Somewhere Between Heaven and Hell), Jerinx langsung jatuh cinta. Musik punk dengan pengaruh musik country adalah sesuatu yang berbeda dari banyak band punk yang didengarnya saat itu. Kesan yang timbul di benak Jerinx saat mendengar musik Social Distortion: genit sekaligus macho sekaligus sensitif. “Baca liriknya langsung benar-benar kena dengan apa yang saya rasakan,” kata Jerinx tahun 2006 pada Alfred Ginting di majalah Playboy Indonesia. “Lirik-lirik rockabilly itu banyak tentang patah hati, mabuk atau mobil, tentang politik sedikit. Saya merasakan citra seorang berandalan yang sok ganteng. Ada selera humornya.”

Perkenalannya pada Social Distortion berujung pada terbentuknya Culture on Fire (inspirasi nama itu dari proses menikmati narkotika jenis shabu), sebuah band yang membawakan lagu-lagu Social Distortion. Di Culture on Fire, Jerinx bernyanyi dan bermain gitar karena lagu-lagu Social Distortion mudah dimainkan. Gaya bernyanyinya lantas mengadopsi gaya Mike Ness sang vokalis Social Distortion. Dalam perjalanannya, Culture on Fire mengalami banyak bongkar pasang personel hingga pada 2003 ketika ternyata Jerinx sudah menulis banyak lagu untuk band itu, mereka memutuskan untuk mengeluarkan album. Setelah memiliki susunan personel tetap yang dianggap pas, mereka memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Devildice -- nama Culture on Fire dianggap tak membawa hoki. Album pertama Devildice pun rilis dengan judul In the Arms of the Angels. Hanya diedarkan di kalangan terbatas dalam jumlah terbatas. Satu-satunya jurnalis yang mengulas album itu adalah Arian Arifin alias Arian13 yang saat itu masih bekerja di majalah MTV Trax. Jerinx menyebut kata-kata ‘terasingkan’, ‘outcast’, ‘kematian’, ‘gelap’, untuk menggambarkan isi album perdana Devildice.

Itu sebabnya lagu-lagu buatan Jerinx yang beratmosfer seperti tadi tak akan masuk ke album Superman Is Dead (SID) karena tak cocok (kalaupun ada yang masuk, musiknya tetap riang). Ada semacam ikatan emosional dengan lagu itu -- karena secara tak langsung semua lagu Devildice adalah pengalaman pribadi Jerinx. Soal bernyanyi, kali pertama dia bernyanyi di SID adalah di lagu “Lady Rose” di album Black Market Love (2006). Tapi bukan berarti lagu-lagu Devildice adalah buangan dari SID. Jerinx juga memikirkan faktor rasa nyaman gitaris/vokalis Bobby Kool dan pemain bas Eka Rock ketika menawarkan satu lagu untuk SID. “Kasihan Bobby kalau menyanyikannya. It’s very depressive, dia nggak mengalami itu. Biar saya saja yang mengalami, tapi kalau saya nyanyi di SID dengan tema-tema seperti itu, nggak cocok,” kata Jerinx ketika berkunjung ke Rolling Stone pada Senin malam, 4 Juli. Devildice baru saja merilis album kedua mereka yang berjudul Army of The Black Rose. Selain Jerinx, susunan personelnya adalah: Kuzz (bas), TR (drum), Cash (gitar/vokal latar), dan Mr.F (trumpet dan gitar akustik).

Malam itu Jerinx baru saja pulang dari taping untuk program Mata Najwa di Metro TV. Dia jadi salah satu narasumber yang bertema soal musik dan politik. Ada sedikit rasa kecewa sepulangnya dari acara itu. Dia pikir dia akan berada satu forum dengan Si Raja Dangdut Rhoma Irama. Jerinx menulis lagu “Kita Vs Mereka” untuk SID di album Black Market Love setelah adanya kejadian penyanyi dangdut Inul Daratista yang ‘ditegur’ Si Raja Dangdut karena menganggap goyang pinggul Inul terlalu erotis. Padahal, sebelum berangkat ke Jakarta, Jerinx dan kawan-kawannya di Bali sudah membahas kira-kira materi apa saja yang bisa disampaikan kepada Rhoma Irama. Di akun Twitter @JRX_SID, dia menulis soal ini, dan berkata bahwa sayang sekali dia tak sempat bertemu dengan Rhoma. Salah seorang anaknya malah menjawabnya dengan mengatakan akan menyampaikan salam pada Si Raja Dangdut. Yang tak diketahui sang anak, nada menyayangkan itu bukan berarti karena Jerinx mengagumi sosok Rhoma. Tweet dari Jerinx memang kadang sulit dibedakan mana yang konteksnya sedang bercanda atau serius. Lebih sial lagi, beberapa tweet dia sering salah diartikan oleh kaum fundamentalis: Jerinx sering dianggap anti agama Islam dan diserang lewat Twitter. Saya ragu orang-orang yang menyerangnya di dunia maya akan berani menyerangnya secara ta-tap muka alias berhadapan langsung begitu melihat badan Jerinx yang besar nan kekar itu.

“Kepintaran dia itu salah satunya adalah pandai mempromosikan diri sendiri,” kata penulis novel Djenar Maesa Ayu. Malam itu Djenar menemui Jerinx di Rolling Stone Cafe, sekaligus diwawancarai oleh mahasiswa demi kepentingan skripsi. Belakangan ini, Djenar dan penulis Richard Oh sibuk menawari Jerinx peran di film mereka masing-masing. Saat wawancara berlangsung, belum ada keputusan soal film siapa yang akhirnya akan diambil Jerinx dan dia belum bisa bercerita seperti apa film yang akan mereka buat itu, maka kita tak usah bicara lebih banyak soal kemungkinan Jerinx menjadi pemain film. Yang jelas, saat ini status Jerinx selain pemain drum, penulis, pengusaha sandang dan pangan, dia juga seorang pemain gitar dan penyanyi.

Apa yang membuat Anda percaya diri bernyanyi?
Feedback orang lah. “Wah, suara elo bagus juga.”

Dan gaya bernyanyi Anda mengikuti Mike Ness ya.
Awalnya ya, kan mau bikin mirip sama Mike Ness. Saya juga coba nyanyi dengan nada lain, coba terdengar seperti saya sendiri, tapi jadinya begitu juga. [tertawa]

Kenikmatan seperti apa yang Anda dapat dari Devildice?
Saya tipe orang yang senang merasa sebagai underdog. Di Devildice ada perasaan itu, kalau konser nggak jadi bintang utama, lalu masih bawa gitar sendiri karena nggak ada kru. Kalau di SID kan belakangan sudah gampang, sudah ada orang yang melakukannya untuk kami. Sekarang sih sudah mulai bisa menggaji kru, tapi karena jumlah krunya masih sedikit.

Itu yang membuat Anda merasa tetap rendah hati?
Secara nggak sadar mungkin ada [perasaan itu]. Kaki tetap di bumi, walaupun yang ini sudah naik, tapi saya masih belong to the underground scene, karena saya lahir di sana. Dengan adanya Devildice, saya jadi masih bisa dekat dengan scene itu. Walaupun di SID juga kadang-kadang masih dapat suasana begitu, kalau lagi main di Twice Bar lah. [tertawa]

Momen apa yang membuat Anda merasa kalian sudah bukan underdog?
Ketika drum kami dipasang di tengah-tengah panggung pada saat PRJ. Zaman dulu kan ditaruh di pinggir. Jauh. Lalu, di PRJ kemarin tiba-tiba dipasang di tengah dan di atas. Wah, itu pembuktian.

Di SID, semua pembuktian sudah tercapai?
Nggak tahu sih, orang bilang kan jangan cepat puas. Tercapai? Mungkin beberapa sudah, tapi saya juga tidak tahu apa yang sudah dicapai. [tertawa]



Sabtu, 23 Juli 2011

HELLOWEEN HISTORY



Helloween dibentuk pada tahun 1984 di Hamburg, Jerman. Line-up asli disertakan Kai Hansen pada vokal dan gitar, Michael Weikath pada gitar, Markus Grosskopf pada bass, dan Ingo Schwichtenberg pada drum. Tahun itu, band ini menandatangani kontrak dengan Noise Records dan merekam dua lagu untuk kompilasi Kebisingan catatan yang disebut Death Metal. Kompilasi menampilkan band-band Hellhammer, Running Wild, dan Dark Avenger. Dua trek yang "Oernst Kehidupan" oleh Weikath dan Hansen "Metal Invaders," versi yang lebih cepat yang akan muncul di album pertama band full-length.
Helloween merekam dan merilis rekaman pertama tahun 1985, diri berjudul EP berisi 5 lagu. Juga pada tahun itu, band ini merilis pertama full-length album, Walls of Jericho. Selama tur konser berikut, Hansen mengalami kesulitan menyanyi dan bermain gitar pada waktu yang sama. Rekaman terakhir Kai sebagai vokalis band itu pada tahun 1986 pada sebuah EP berjudul Yudas, yang berisi lagu "Yudas" dan dua lagu hidup lainnya. Mengikuti rilis ini, Helloween mulai mencari vokalis baru.

Keeper of the Seven Keys, Parts I & II (1986-1989)
Band ini menemukan seorang penyanyi 18 tahun, Michael Kiske, dari sebuah band lokal bernama Hamburg Nubuat III. Dengan vokalis baru mereka di belakangnya, Helloween mendekati rekaman Kebisingan Internasional dan RCA dan mengusulkan pembebasan LP ganda untuk memperkenalkan line-up baru. Proposisi ini ditolak. Sebaliknya, mereka merekam LP tunggal, Penjaga Tujuh Kunci Bagian I, yang dirilis pada tahun 1987. Pada tahun 1988, Helloween merilis Penjaga Tujuh Kunci Bagian II, album pendamping. MTV menempatkan single "I Want Out" ke rotasi berat dan dalam mendukung acara yang "Headbanger's Ball" show. MTV juga disajikan Tour Headbanger Ball perdana dengan Helloween bergabung dengan San Francisco Bay area thrash metal band Keluaran mendukung headlining Anthrax bertindak. Band ini diselipkan di tempat kedua bergengsi, tepat sebelum ditetapkan Anthrax itu. Pada tumit paparan ini khalayak AS, band ini mencapai sukses di seluruh dunia.
Gitaris Kai Hansen meninggalkan band tiba-tiba segera setelah the European leg of the Keeper of the Seven Keys Part II tour, karena konflik dalam band, masalah dengan Kebisingan Internasional, dan ketidakpuasan yang berkembang dengan kehidupan dalam tur. Dia segera digantikan oleh mantan gitaris Roland Grapow Rampage, yang menyelesaikan sisa tur dengan band.

Pink Bubbles Go Ape dan Chameleon (1989-1993)
Pada tahun 1989 band ini merilis album live berjudul Live di Inggris (Keepers Live di Jepang dan I Want Out Live di Amerika Serikat), menampilkan materi dari tur Eropa 1988. Para anggota yang tersisa terus, tapi lari ke masalah label dengan kebisingan, dan setelah litigasi membuat mereka dari tur dan merilis materi baru, mereka akhirnya dibebaskan dari kontrak mereka. Sebuah album baru tidak akan muncul sampai tahun 1991 ketika, setelah beberapa desas-desus tentang band ini putus, mereka merilis Pink Bubbles Go Ape untuk perusahaan rekaman baru mereka, EMI. Album ini kurang berat, dan dengan judul lagu seperti "Heavy Metal Hamster","I'm Doing Fine, Crazy Man", and "Shit and Lobster",menunjukkan pergeseran ke arah - dan penekanan pada - humor daripada epik suasana hati pada rilis sebelumnya. Akibatnya, Pink Bubbles Go Ape gagal baik secara komersial dan kritis, dan ketegangan mulai membangun di antara anggota band.
Pop-dipengaruhi tindak lanjut Chameleon was released in 1993 Alih-alih mengambil pendekatan yang lebih berat, band berkelana ke wilayah baru, menghindari tanda tangan ganda gitar harmoni untuk synthesizer, tanduk, gitar akustik, paduan suara anak-anak, musik country, grunge, dan ayunan. Seperti album sebelumnya Chameleon gagal secara komersial dan kritis [2] Ketegangan dalam Helloween memburuk,. Dan band dibagi menjadi tiga faksi, dengan Michael Kiske dan Ingo Schwichtenberg di satu sisi, Michael Weikath dan Roland Grapow di sisi lain, dan Markus Grosskopf di tengah, berusaha untuk menjaga perdamaian antara empat laki-laki

Master of the Rings, The Time of the Oath and Better Than Raw (1994-1999)
Helloween kembali pada tahun 1994 dengan mantan Cream pink 69 vokalis Andi Deris sebagai vokalis baru dan Uli Kusch, mantan Gamma Ray Kai Hansen, pada drum. Deris telah didekati oleh Weikath untuk bergabung dengan band pada tahun 1991, namun ia menolak, meskipun tertarik oleh tawaran dan harus berurusan dengan konflik yang muncul antara dia dan bandnya. Pada tahun-tahun sejak Namun, Kiske dipecat dari Helloween dan isu-isu dalam Pink Cream 69 memburuk. Dihadapkan dengan keniscayaan menembak nya, Deris menerima tawaran Weikath itu. Meski tidak memiliki rentang empat oktaf membual oleh Kiske, kesamaan vokal Deris untuk Kai Hansen, antusiasme, kuat lagu keterampilan, kembalinya suara "klasik" ​​Helloween dalam lagu-lagu seperti "Where the Rain Grows" and "The Game Is On" "dan tampak peremajaan Weikath dan Grapow dari tampaknya untuk menyerang akord dengan penggemar. Dengan lineup baru dan kontrak rekaman baru dengan Castle Communications, Helloween merilis album comeback-nya, Master of the Rings.

The Dark Ride and Rabbit Don't Come Easy (2000-2004)

Keeper of the Seven Keys: The Legacy and Gambling with the Devil (2005-2008)

Unarmed - Best of 25th Anniversary (2009)

7 Sinners (2010)
Helloween merilis album baru mereka,7 Sinners, pada tanggal 31 Oktober di Eropa dan November 3 di AS. Sebelum rilis fisik, band membuatnya tersedia di seluruh dunia untuk streaming melalui halaman Myspace-nya. Nama album menyinggung tujuh dosa mematikan yang, menurut Andi Deris, ia pergi langsung ke titik "setelah album akustik, kami membutuhkan pasti sesuatu yang menunjukkan orang-orang tanpa pertanyaan bahwa ini adalah album logam". Band ini memulai tur untuk mempromosikan album. Mereka bergabung dalam konser oleh Stratovarius dan Trick or Treat / Pink Cream 69 sebagai tamu mereka. Yang telah diumumkan pada tanggal 5 April 2011, Via website band yang 7 Sinners sekarang telah diberikan "Gold status' 'di Republik Ceko sendiri

Members

- Andi Deris – lead vocals (1993–present)
- Michael Weikath – lead guitar (1984–present)
- Sascha Gerstner – guitar (2002–present)
- Markus Grosskopf – bass (1984–present)
- Daniel Löble – drums (2005–present)

Singles

- "Judas" (1986)
- "Future World" (1987)
- "Dr. Stein" (1988)
- "Save Us" (1988)
- "I Want Out" (1988)
- "Kids of the Century" (1991)
- "Number One" (1992)
- "When the Sinner" (1993)
- "Windmill" (1993)
- "Step Out of Hell" (1993)
- "I Don't Wanna Cry No More" (1993)
- "Mr. Ego" (1994)
- "Where the Rain Grows" (1994)
- "Perfect Gentleman" (1994)
- "Sole Survivor" (1995)
- "The Time of the Oath" (1996)
- "Power" (1996)
- "Forever and One" (1996)
- "Forever and One Live" (1996)
- "Hey Lord!" (1998)
- "I Can" (1998)
- "Lay All Your Love on Me" (1999)
- "If I Could Fly" (2000)
- "Mr. Torture" (2000)
- "Just a Little Sign" (2003)
- "Mrs. God" (2005)
- "Light the Universe" (2006)
- "As Long as I Fall" (2007)
- "Find my Freedom" (2008)
- "Are You Metal?" (2010)



30 Second To Mars Puaskan Penonton JRL 2011 Hari Pertama



Band rock 30 Second to Mars akhirnya sukses menjadi klimaks dalam gelaran Java Rockin’ Land 2011 dari besar hari itu. Terlihat ketika jadwal naik panggung 30STM ada di pukul 00.45, tetapi panggung utama Gudang Garam Intermusic sudah dijejali ribuan penggemar mereka kurang lebih dua jam sebelumnya.

Tepat setelah Loudness yang mengakhiri aksi panggung di Simpati Stage, akhirnya klimaks tersebut mulai terbangun. Dengan dibuka oleh aksi solo sang drummer, Shannon Leto dan tepuk tangan dari penonton akhirnya sang vokalis Jared Leto pun naik panggung.

Nomor-nomor andalan mereka seperti This Is War, Attack, Search & Destroy, A Beautiful Lie, Hurricae dan beberapa lagu lainnya suskes membuat semuanya bergoyang. Interksi yang dilakukan oleh sang frontman Jared Leto pun sangat apik, berkali-kali dirinya sukses membuat penonton indonesia kompak membuat koor pajang, iringan tangan, hingga berjongkok bersama. Dirinya juga sempat menyelimuti diri dengan bendera Indonesia sebagai bentuk apresiasi penggemarnya di Tanah Air.

“Indonesia, kalian sangat hebat malam ini. Kami akan memainkan satu lagu lagi. Ini kesempatan kalian untuk memaksimalkan tenaga yang kalian punya. Kings & Queens. Selamat malam Indonesia!” teriak Jared dari atas panggung.

Nggak hanya itu saja, Jared pun juga nekat memboyong puluhan penonton JRL’2011 ini untuk naikke panggung untuk membawakan lagu terakhir mereka dalam gelaran ini, Kings & Queens. Keren!



Sabtu, 25 Juni 2011

WALLS OF JERICHO



Setelah menyelesaikan ‘With Devils Amongst Us All’ pada tahun 2006, Walls of Jericho menghantam jalan ... keras. Sepanjang jalan, mereka menghancurkan kota demi kota di Ozzfest dengan Family Values, serta tur dengan Stone Sour, Unearth, dan Bullet For My Valentine hanya untuk beberapa nama. Ketika semua yang turun teler, sudah waktunya untuk petualangan baru.

Pada bulan Oktober 2007, Walls of Jericho memutuskan untuk mengambil beberapa waktu keluar untuk merekam EP baru mereka. Mereka memutuskan akhirnya mereka akan melakukan sesuatu yang mereka tidak punya kesempatan untuk melakukan: merekam EP akustik. "Ini sesuatu yang telah kita ingin lakukan untuk waktu yang lama," kata Dustin Schoenhofer, drummer. "Anda bisa mendengar cukup banyak di setiap catatan band ini pernah dilakukan Kami selalu memiliki beberapa jenis akustik dengan beberapa jenis logam sesuatu terjadi.. Kesempatan datang sehingga kami memutuskan untuk melakukannya." Untuk proyek helm ini, band ini memilih untuk mendaftar Corey Taylor (Slipknot / Stone Sour) untuk menghasilkan catatan.

Untuk vokalis Candace Kucsulain, ini adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ia cintai. "Saya benar-benar dalam bernyanyi ketika saya masih muda. Band ini tidak benar-benar memungkinkan untuk itu, terutama hidup," komentar dia. "Aku benar-benar bangga dengan apa yang kami lakukan. Ini adalah pertama kalinya kami benar-benar melakukan sesuatu seperti itu dan bahkan menulis seperti itu. Hidup selama dua minggu bersama-sama dan melakukannya, saya pasti ingin melakukannya lagi saya sangat bangga. hasil akhir. "

Setelah dua minggu, hasil akhirnya adalah sebuah EP baru yang disebut ‘Redemption’. Sementara EP merupakan keberangkatan ekstrim dari Dinding sebelumnya Walls of Jericho records, band ini sangat senang dengan proyek. "Ini benar-benar berbeda dari hal-hal yang kita lakukan, namun pada saat yang sama saya mendengar kita di mana-mana," kata Mike Hasty, gitar. "Kami mampu menangkap keseluruhan, sama sekali berbeda namun tetap merasa setiap elemen yang membuat kita siapa kita dan yang penting." Produser Corey Taylor, yang juga meminjamkan vokal tamu di album, melihat ini sebagai sebuah proyek yang unik. "Ini salah satu album yang datang sekitar setiap sekali sebentar yang melacak setiap bagian tersendiri.

"Redemption" akan dirilis 29 April 2008, dan baru panjangnya full album yang diproduksi oleh Mudrock (Avenged Sevenfold / Dewa) akan tersedia Summer ini. Tembok-tembok Yerikho yang menuju keluar di jalan di jalankan perdana Festival Mayhem dengan Slipknot, Disturbed, Mastodon, DragonForce dan banyak lagi.



Sabtu, 14 Mei 2011

CONTOH ORANG AMATIR



kalo ngeliat foto ini



I'M NOT YOUR REGGAE



gw punya temen ngefans banget sama ras muhammad sampe minta foto bareng gitu padahal gw gak terlalu suka sih ya ngikut aja lah
at viky sianipar konser adit & surya



Rabu, 20 April 2011

* INDONESIA MUSIC INDIE *

At Plaza Grand Cakung LT.3 (outdoor) - Jaktim
...23 & 24 april 2011

LINE UP 23 APRIL 2011
Jasad - Noxa - Night To Remember - Sweet As Revenge
Paper Gangster - Jendral Kantjil - Uncle Sam - Follow Me - Tinker Bell
H1N1 - Dick Nuts – Kids Strike Back and many more ..

LINE UP 24 APRIL 2011
Siksa kubur - Killed By Butterfly – Pee Wee Gaskins - Thirteen - Dead Vertical
Last Child - My Name Is - Kaca Mata - Final Attack - Regret For All My Fault – Failed For A Dead - Immortal Resurrection - Theatrical Death Of Lunacy - Tiger Block and many more ..

INFO TIKET :
Presale 25rb
On The Spot 30rb
Terusan 2 hari 40rb

CP :
Rampok - 08567976622
Mentari - 083898144720

INFO :
@armanagement09
@andyrampok
@mentarong

MEDIA PARTNER :
Discovery Magazine
MD Radio 93.2 fm
Jakarta Network

SUPPORT BY :
Macbeth
Crooz
Premium nation
Norden
Mejiku
Moorage
One way
Bloop endorse
Cicex company
Seven eleven
AR management
Kampak crew

Minggu, 03 April 2011

HARI INI SANGAT SPECIAL BANGET

di hari fucking birthday gw yang ke 18 begitu special beda sama tahun2 kemaren ya gimana enggak yang pertama gw di ajakin tarohan bola ya gw tau tarohan itu dosa sempet nolak sih ya tapi mau gimana lagi gw di paksa terus yaudeh lah demi gengsi juga pada saat itu AC MILAN VS INTER MILAN ya gw begadang sampe pagi sembaring ngeryain ultah gw juga sama teman-teman gw yang gilaaa ya lumayan lah begadang sampe jam 5 ya sebelumnya sempet juga nonton regeh ya kebetulan deket rumah gitu deh, ya gak sia-sia gw begadang yang akhirnya milan menang seneng banget deh gw juga milanisti ya maen jam berapa aja gw gas trus ya waktu udah memasuki jam 4 pagi gw pulang menuju home sweet home ya ngeri juga sebelumnya malem itu gw gak ngaji cabut gak apa2 deh sekali ini :) pulang sampe rumah jam setengah lima kalo gak salah ya mau tidur nanggung ntar jam 7 ada partai big match di pabrik gw yaudeh ngegalau sedikit deh sampe jam 5 #galaudilamanhari :) ya gw tidur jam 5 pagi eh bangun-bangun jam 6 gila banget gak kerasa banget gw tidur ya mau gimana lagi gw harus bertindak profesional lah sama pabrik gw yaudeh mau makan juga gak enak banget nyusu bisa kalii langsung berangkat deh.
saat sampe lapangan cibubur tepatnya di taman bunga baru dateng langsung pada ngucapin "happy birthday ya" iya deh sama-sama alhamdulillah pada tau gw kira gak ada yang tau ya langsung duduk di pinggir lapangan, perasaan gw gak enak banget saat itu gimana engga kalo begadang paginya maen bola ngeri kena serangan jantung kayak yang udah-udah gitu ya pada saat itu jiwa gw juga belom nyatu banget pokoknya gak enak banget deh, eh temen gw baru dateng langsung ngajakin tarohan lagi ya itu bocah gak ada takutnya kali ya udeh kalah semalen eh die ngajakin lagi ya gw mau gimana lagi gw di kata-katain apa lah yaudeh lah gw terima deh tantangannya yaudeh mulai dah pertandingan liga fan panasonic ya langsung akhir pertandingannya aja ya yang akhirnya tim gw menang dramatis banget deh aaaahhhhhhh menang lagi gw semakin banyak juga dosa gw ya itu temen gw kicep lah hahaha! eh saat pengundian fan nama gw tembus juga yang akhirnya gw bawa pulang kipas angin desk fan ya lumayan lah bisa di jual lagi kalo mau.
yang intinya hari ini gw beruntung banget selain menang tarohan, tim gw menang juga dan pulang bawa kipas angin ya walaupun ngambilnya besok!
ya dimbil positifnya aja ya buang negatifnya aja jangan di tiru kelakuan gw yang kayak gini ;P
HAPPY BIRTHDAY YUDO_SELOH AWESOME AS FUCK!


Rabu, 16 Maret 2011

THE DEVIL WEARS PRADA STORY




"TDWP" redirects here. For other uses of the abbreviation, see The Devil Wears Prada (disambiguation)

The Devil Wears Prada Asal Dayton, Ohio, Amerika Serikat
Genre Metalcore
Tahun aktif 2005-sekarang
Label Rise, Ferret, Warner Music
Website www.tdwpband.com
anggota

Mike Hranica (vocals)
Jeremy DePoyster (rhythm guitar, vocals)(lead guitar)
James Baney (lead guitar)
Chris Rubey (bass)
Andy Trick (drums)
Daniel Williams (keyboards)

The Devil Wears Prada band metalcore Amerika dari Dayton, Ohio, Dibentuk pada tahun 2005, mereka sedang menandatangani kontrak dengan Warner Music Group. The Devil Wears Prada adalah band Kristen yang terdiri dari anggota Mike Hranica (vokal), Chris Rubey (gitar), Jeremy DePoyster (ritme gitar, vokal), Andy Trick (bass), Daniel Williams (drum) dan James Baney (keyboard) , yang semuanya adalah Kristen. Sampai saat band ini merilis tiga album full-length, satu DVD, satu EP, dan lima video musik.

HISTORY
Formation and Dear Love: Beautiful Discord (2005–2007)

The Devil Wears Prada was founded in 2005 in Dayton Ohio mereka berasal nama band mereka dari cerita dengan judul yang sama
Band ini direkam dan merilis demo mereka yang berjudul Patterns of a Horizon in 2005,dan kemudian direkam ulang semua dari lagu dari demo yang akan direkam untuk album full-length debut mereka, Dear Love: Beautiful Discord, yang dirilis pada 22 Agustus 2006, lagu terakhir dari album features guest vocals courtesy of Cole Wallace formerly of the metalcore band Gwen Stacy. Versi demo lagu mereka "HTML Rulez D00d" ditempatkan pada profil band's MySpace pada tanggal 1 Januari 2007. Pada tanggal 11 Juli, AbsolutePunk mulai aliran lagu mereka "Don't Dink and Drance" yang menyebabkan eksposur lebih lanjut untuk band.



Plagues (2007)
The Devil Wears Prada's second album Plagues album ini dirilis pada 21 Agustus 2007. Lagu-lagu dari album "HTML Rulez D00d" and "Hey John, What's Your Name Again?" dibebaskan sebagai dua album single, baik yang melahirkan video musik yang ditayangkan di saluran televisi seperti MTV dan Fuse. Plagues peaked at #57 on the Billboard 200 on September 8, 2007 dan telah dianggap sebagai sukses besar sejak rilis asli, menjual lebih dari 30.000 copies lebih dari album debut mereka, Dear Love:.Beautiful Discord. Ini dirilis ulang pada tanggal 28 Oktober 2008 di bentuk Digipak yang mencakup sebuah DVD yang menampilkan video musik selama dua album single juga cuplikan dari The Devil Wears Prada main pada tahun 2008's Warped Tour dan Ultimatour.
Kemudian di tahun ini, band ini diwawancarai oleh East Coast Romper dan menyatakan bahwa pengaruh utama mereka adalah Underoath dan Still Remains, yang salah di website resmi mereka, yang menyatakan sebaliknya. Band mengcover dari lagu rap "Still Fly",aslinya ditulis dan dilakukan oleh Big Tymers, the cover song was released on the compilation album Punk Goes Crunk.

With Roots Above and Branches Below (2008–2010)
The Devil Wears Prada mulai menulis dan merekam album ketiga mereka Dengan Roots Above and Branches Below after attending 2008's Warped Tour. Sebelum rekaman dan produksi itu, vokalis Mike Hranica menyatakan "Mengharapkan yang jauh lebih berat dan lebih epic record". Keyboardist, James Baney, juga mengumumkan bahwa album baru mereka akan lebih mekanis tapi masih mengandung gaya yang berbeda sama mereka sedangkan drummer, Daniel Williams, mengklaim bahwa album baru akan "gila dan liar" dari album mereka sebelumnya. Di musim gugur 2008, mereka memulai debut lagu off dari WRAABB saat tur dengan Underoath, The Famine, Saosin, P.O.S, and Person L.

The Devil Wears Prada performed with A Day to Remember, Sky Eats Airplane dan Emarosa. Mereka juga telah performed at 2009's Warped Tour untuk mempromosikan rilis of With Roots Above and Branches Below. Pada tanggal 13 Maret. Kelompok ini merilis sebuah lagu dari album sebelum rilis berjudul "Dez Moines". Juga sebelum rilis, pembeli diberikan pilihan untuk menerima paket pra-memerintahkan beberapa. Salah satu kesepakatan bahwa fitur album, DVD dan kemeja juga termasuk kartu dengan kode yang memungkinkan download pembeli "Dez Moines", dan "Asisten Manajer Daerah". Band ini meluncurkan website resmi mereka dan merilis Dengan With Roots Above and Branches Below pada tanggal 5 Mei 2009. Penjualan album sudah sangat memuaskan yang membawa ke posisi # 11 di Billboard 200 untuk album atas pada rilis Lagu "Dez Moines". Dirilis sebagai konten download untuk video game Guitar Hero World Tour pada 7 Mei, serta lagu "Hey John, What's Your Name Again?" dirilis sebagai konten download untuk Rock Band dan Rock Band 2 pada tanggal 30 Juni 2009.

Zombie EP and upcoming fourth album (2010–present)
Dalam sebuah wawancara pada awal April dengan Alberts Lucy Alternatif Tekan, band ini mengungkapkan bahwa mereka merekam EP sebelum mereka mulai mereka Kembali ke Tour Roots. EP digambarkan sebagai rilis "fun" release with "brutal" lagu in the vein dari apa yang akhirnya akan menjadi album studio band yang akan datang The band's Kembali ke Tour Roots itu. Disampaikan oleh Rockstar. Mike Hranica menyatakan "Salah satu elemen utama Kembali ke Tour Roots memainkan beberapa Dear Love lagu-lagu yang kita tidak bermain dalam waktu lama, dan mungkin tidak akan bermain lagi atau dalam waktu dekat". Pada tanggal 11 Juni diumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan rekaman EP, judul untuk itu terungkap sebagai Zombie dan dirilis pada tanggal 24 Agustus. Setelah selesai dan pengumuman EP, band ini mulai mereka Kembali ke Tour Roots pada tanggal 25 Juni sebagai mereka yang direncanakan.

Nama Band
Meskipun spekulasi bahwa band bernama diri setelah film dengan judul yang sama, itu diaktualisasikan bahwa mereka terbentuk sebelum film ini dirilis. Mereka telah menjelaskan bahwa nama band mereka didasarkan pada pola pikir anti-materialistis dan nama mereka yang berasal dari novel, The Devil Wears Prada. Pada saat penamaan band, para anggota diasumsikan bahwa novel ini termasuk anti-materialisme sebagai moral, sampai kemudian menemukan bahwa novel tidak fitur ini sebagai pesan pada semua. Meskipun membuat kesalahan ini, anggota band menolak untuk mengubah nama dan memutuskan bahwa mereka menciptakan makna baru di balik judul "The Devil Wears Prada", dalam hal itu menjadi nama band mereka."Ini adalah konsep yang sama seperti lirik 'emeralds hold no hope' dan banyak lainnya. Apa yang kita percaya berarti adalah bahwa harta benda tidak penting sama sekali dan suatu hari nanti semua orang akan menyadari bahwa hal ini benar. Ketika berdiri di hadapan Allah, dia tidak akan peduli tentang syal manis Prada atau sepatu Gucci atau apa pun. Ini adalah alasan Kristen untuk nama, kami tidak nama itu untuk upaya menjadi modis atau apapun.



Kamis, 10 Maret 2011

Minggu, 20 Februari 2011

LAGI-LAGI GAGAL BUAT NONTON KONSER



padahal gw ngerequest mulu biar bmth dateng ke jakarta giliran udah dateng ke jakarta guenya malah gak bisa dateng karena ada something yang harus gw kerjain itu demi masa depan, nyesel banget gue gak dateng padahal tiket udah gue siapin tapi gak apa-apalah masih ada ASKING ALEXANDRIA yang gak kalah keren sama bmth ntar dia dateng ke jakarta tanggal 28 mei mudah-mudahan bisa hadir :)
see you next time...




Jumat, 11 Februari 2011

SEKILAS TENTANG SEPEDA FIXIE ATAU SINGLE GEAR BIKE



Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati.

Apakah ciri dari sepeda Fixie.
Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan.
Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speed ini.

Bagaimana memiliki, membangun atau membuat sepeda Fixie.
Ada 2 pilihan.

Beli jadi, menghemat waktu dan tenaga, harga tergantung hati dan budget. Pilihan ini baik untuk mereka yang belum memiliki rangka sepeda atau tidak mau repot. Harga relatif lebih mahal, dan komponen umumnya lebih bermutu.
Harga sepeda Fixie untuk minimum dengan komponen seadanya dapat mencapai 1.5 juta. Harga sepeda Fixie yang cukup lumayan sekitar 2.5 juta atau lebih. Sedangkan harga sepeda Fixie rakitan tipe generic dengan komponen cukup baik mencapai 2.5 juta - 3 juta (sudah turun 18 Januari 2011). Tipe sepeda fixie bermerek umumnya berada di atas 4 juta, tergantung komponen yang sedang in.

Merakit atau modifikasi dari sepeda bekas.
Yang ini lebih repot, tetapi ketika jadi akan memenuhi hati pemiliknya. Beli dari rangka kosong sudah banyak dijual, atau bisa memilih rangka polos dan di cat sendiri.
Bisa juga mengunakan frame sepeda balap lama. Komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Untuk ukuran frame sepeda balap tua umumnya masih bisa dipakai, rata rata sepeda Fixie dirancang untuk ban 700C. Jadi bisa saja sepeda jenis road bike lama memasukan hub jenis 700c yang lebih kecil. Ingin meninggalkan sejarah pada sepeda, boleh juga mempertahankan bagian stang road bike. Sisanya boleh di modifikasi.

Harga sepeda Polygon Fixie Zenith FX 2011 misalnya dijual sekitar 3.9 juta saja, dan sudah siap dipakai
Harga frame fixie polos. Mau merakit sendiri, frame termurah dan polos tanpa cat ada yang menjual dengan harga 500 ribuan tipe besi, aluminium lebih mahal, dan terus naik untuk model yang sudah di cat.

Apa keunikan dari sepeda Fixie
Ini gaya sepeda anda, masalah warna mengikuti selera. Komponen sepeda Fixie tahun ini sudah sangat banyak dan murah. Mau menganti ban dengan warna merah juga boleh, atau kuning susu juga ada, atau membuat sepeda dengan warna putih semuanya juga bisa.
Urusan frame, bila membeli frame jenis rakitan lebih seru. Beli frame polos lalu di cat sesuka hati pemiliknya.
Velg atau Rim Fixie, memiliki beraneka model walaupun bentuknya sama bundar tetapi ada beberapa velg dibuat lebih tebal. Warnanya dari hitam dan putih sudah banyak dipasaran.
Urusan Stang sepeda Fixie juga unik. Dibuat lebih pendek sehingga bisa menyelinap diantara kemacetan kendaraan. Ingin mempertahankan stang atau handlebar sepeda lama juga boleh.
Yang paling asik dengan sepeda Fixie, sepeda ini bisa maju mundur sesuka hati. Digenjot bisa maju atau digenjot kebelakang maka sepeda akan mundur. Maklum sepeda ini umumnya mengunakan gigi belakang tipe fix gear atau gear tetap.
Yang pasti , karena mengikuti gaya minimalis. Sepeda Fixie memang ringan. Rata rata beratnya tidak lebih dari 11kg, bahkan ada yang jauh lebih ringan.

ARE YOU READY GOWES TRUS!!!





Selasa, 25 Januari 2011

Minggu, 16 Januari 2011

3A VS 3B



AVENGED SEVENFOLD began in 1999

Band Members

Current members

* M. Shadows – lead vocals (1999–present)
* Zacky Vengeance – rhythm guitar, backing vocals (1999–present)
* Synyster Gates – lead guitar, backing vocals (2000–present)
* Johnny Christ – bass, backing vocals (2003–present)

Former members

* The Rev – drums, vocals (1999–2009)
* Matt Wendt – bass (1999–2000)
* Justin Sane – bass (2000–2002)
* Dameon Ash – bass (2002–2003)



ASKING ALEXANDRIA began in 2008

Band Members

Current members
* Sam Bettley - bass guitar (since 2009)
* Ben Bruce - guitars, programming, vocals (since 2008)
* James Cassells - drums (since 2008)
* Cameron Liddell - rhythm guitar (since 2008)
* Danny Worsnop - lead vocals, synthesizers, keyboards, piano (since 2008)

Former members
* Ryan Binns - synthesizers, keyboards, piano, programming (2008)
* Joe Lancaster - bass guitar (2008 – 2009)



ATTACK ATTACK! began in 2006

Band Members

Members

* Neil Starr — lead vocals, guitar
* Ryan Day — guitar, vocals
* Will Davies — bass
* Mike Griffiths — drums
* Mike McClatchey — keytar, tambourine





BLINK 182 began in 1992

Band Members

Current members

* Mark Hoppus – vocals, bass guitar (1992–2005, 2009–present)
* Tom DeLonge – vocals, guitar (1992–2005, 2009–present)
* Travis Barker – drums, percussion (1998–2005, 2009–present)

Former members

* Scott Raynor – drums, percussion (1992–1998)




BULLET FOR MY VALENTINE began in 1998

Band Members

Current members

* Matt Tuck – lead vocals, rhythm guitar (1998–present)
* Jay James – bass, vocals (2003–present)
* Mike Paget – lead guitar, backing vocals (1998–present)
* Michael Thomas – drums, percussion (1998–present)

Former members

* Nick Crandle – bass (1998–2003)




Bring Me the Horizon began in 2004

Band Members

Current members
* Matt Kean − bass guitar (since 2004)
* Lee Malia − lead guitar (since 2004)
* Matt Nicholls − drums (since 2004)
* Oliver Sykes – lead vocals (since 2004)
* Jona Weinhofen - rhythm guitar, keyboards, programming, backing vocals (since 2009)

Former members
* Curtis Ward − rhythm guitar (2004–2009)

CRAZY PARTY



Minggu, 02 Januari 2011

STRAIGHT EDGE



"Straight Edge" adalah sebuah lagu band Minor Threat dalam album EP pertama, mereka membantu menginspirasikan sebuah gerakan yang lurus (Bahasa Inggris straight edge). Lagu ini terlihat panggilan untuk pantang dari konsumsi alkohol dan narkoba - sebuah hal baru dalam musik rock, yang pada awalnya ditemukan hanya selingkup kecil, tetapi didedikasikan pada band-band berikutnya. Lagu ini berdurasi hanya 46 detik dan terdiri dari dua bait lirik.

Lirik utamanya adalah bagaimana band ini menghadapi berbagai penyalah gunaan narkoba seperti methaqualone, kokain, ganja, dan inhalant dan kehinaan bagi orang-orang yang menggunakan terlalu banyak obat-obatan, suatu hal yang umum selama dipertunjukkan underground. Lirik pada bait kedua yang mereka bawakan adalah mereka tidak akan memaksakan untuk memakai narkoba.

Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.

Simbol X

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo "X" straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980.[1] Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles' dengan logo hitam besar "X" sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Sebuah variasi melibatkan trio X's (xXx) berasal dari hasil karya seni yang dibuat oleh drummer Minor Threat yaitu Jeff Nelson, yang mana Jeff menggantikan tiga bintang dalam bendera Washington DC kampung halaman mereka menjadi X.[2] Istilah ini kadang-kadang dipendekkan dengan mencantumkan X dengan kependekkan istilah dari straight edge menjadi "sXe". Dengan analogi, hardcore punk kadang-kadang dipendekkan menjadi "hXc". Simbol ini dapat digunakan sebagai sebuah jalan untuk membedakan sebuah band atau seseorang yang menganut faham straight edge, dengan menambahkan huruf didepan dan belakang nama band, contoh band 'xFilesx'.

Tiga era

William Tsitsos menuliskan bahwa straight edge telah melalui tiga era yang berbeda sejak terciptanya di tahun 1980
Oldschool (1970 - awal 1980)

Perkembangan gaya hidup Straight Edge ini banyak di adaptasi oleh band-band lainnya seperti, 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for Alarm. Band-band tersebut adalah band hardcore punk yang berada di era “oldschool”. Band-band era ini lebih banyak berteriak tentang movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar seperti orang yang sedang orasi dengan diiringi musik agresif dan cepat ala hardcore punk. Gaya seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band hardcore punk di era “oldschool”. Pada awalnya paham ini berkembang di Washington D.C dan New York, kemudian akhirnya berkembang juga di Kanada

Youth Crew (pertengahan 1980)

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band straight edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80-an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band hardcore punk Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk bersatu membuat pergerakan dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup straight edge. Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-straight edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Suatu komunitas yang lahir karena memiliki sudut pandang yang sama: yaitu menyukai musik punk/ hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today mereka adalah beberapa band yang menonjol di era “Youth Crew”.

Ternyata seiring perkembangannya, straight edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling lantang menyuarakan perihal hak-hak dan perlindungan terhadap hewan, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap hak-hak hewan dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama dan hampir semua band di akhir tahun 1980-an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang hak-hak hewan dan kekejaman terhadap hewan. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/ vegetarian itu adalah seorang straight edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup straight edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan straight edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing individu.

Militan (1990)

Di dalam perkembangannya, straight edge juga sempat ternoda dengan beberapa militan dari band straight edge itu sendiri dan band yang paling menonjol dengan sikap garis keras dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup straight edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80′an, di awal tahun 90′an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan. Militan disini mereka cenderung picik, mudah menuduh, minim toleransi terhadap non-straight edge dan berpotensi melakukan kekerasan.[5] Mereka berpikir bahwa dengan metode gerakan yang keras dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih, padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri dan tentunya straight edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di kalangan underground.

Era 2000-an

Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap straight edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band straight edge tahun 2000′an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-straight edge. Kalangan straight edge mengalami pendewasaan, mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-straight edge. Mengingat straight edge adalah gaya hidup yang lebih ke arah pilihan pribadi. Band-band straight edge yang menonjol di tahun 2000-an diantaranya adalah Allegiance, Black My Heart, Casey Jones, Champion, Down to Nothing, Embrace Today, The First Step, Have Heart, Righteous Jams, Throwdown, xTyrantx, Fight Everyone dan Stick to Your Guns.



Facebook Gue